Seputartikus.com,– 26 Maret 2026 Tabir gelap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2024 akhirnya terbongkar. Temuan mengejutkan mengungkap adanya dugaan “perampokan” uang rakyat melalui modus kekurangan volume pada puluhan proyek infrastruktur yang dikelola oleh DPRKPP dan Dinas SDABMBK.
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui DPRKPP dan Dinas SDABMBK sebagai pengguna anggaran, serta para rekanan nakal—salah satunya PT RTP (Pelaksana Proyek PJUL Wilayah I) yang diawasi oleh konsultan pengawas CV TE. Ketum Aktivis Rambo, Ali Sopyan, secara tegas menuding adanya konspirasi “tutup mulut” antara oknum pejabat dan penyedia jasa.
Dugaan tindak pidana korupsi atau kelalaian berat berupa Kekurangan Volume Pekerjaan pada 23 dari 24 paket proyek yang diperiksa. Dari total realisasi Rp512 Miliar, ditemukan potensi kerugian negara mencapai Rp5,79 Miliar. Modusnya: Pekerjaan dibayar lunas 100%, namun fisik di lapangan “ompong” atau tidak sesuai kontrak.
Tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi, khususnya pada proyek Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan (termasuk pemasangan PJUL Single Stang di Wilayah I).
Sepanjang Tahun Anggaran 2024. Kontrak ditandatangani sejak April 2024, dan meski pemeriksaan fisik pada 8 Oktober 2024 membuktikan adanya kekurangan, pembayaran tetap dilakukan penuh hingga 100% pada Juni 2024.
Diduga kuat akibat lemahnya—atau bahkan sengaja dilemahkannya—fungsi pengawasan oleh Konsultan Pengawas dan PPTK. Ada indikasi anggaran daerah “dimakan iblis” birokrasi yang lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kualitas infrastruktur untuk rakyat.
Ketum Rambo, Ali Sopyan, menyatakan akan terus mendampingi pelaporan ini ke ranah hukum dan menuntut keterbukaan publik yang transparan. Rakyat Bekasi menuntut agar uang Rp5,79 Miliar tersebut segera dikembalikan ke kas negara dan oknum yang terlibat dicopot dari jabatannya.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi jangan hanya diam seribu bahasa! Uang rakyat bukan untuk bancakan tikus-tikus proyek. Kami akan kawal hingga ke akar-akarnya!” Ali Sopyan, Ketum Rambo.
Tim Redaksi Investigasi Nasionaldetik.com & Seputartikus.com
