Seputartikus.com,– 15 Maret 2026 Di tengah kesucian bulan Ramadhan yang seharusnya dijaga dengan kekhusyukan, Kabupaten Bungo justru dinodai oleh aktivitas gelap peredaran narkoba yang kian merajalela. Ironisnya, sosok yang diduga kuat sebagai bandar besar berinisial WNDS (Windo) disebut-sebut masih “melenggang bebas” dan seolah tidak tersentuh hukum, meski aktivitasnya sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
Terduga bandar narkoba berinisial WNDS (Windo). Pihak yang didesak bertanggung jawab adalah Kapolres Bungo yang baru dan jajaran Satresnarkoba Polres Bungo.
Aktivitas peredaran dan transaksi narkotika yang tetap beroperasi secara terang-terangan (eksis) bahkan di bulan suci Ramadhan, memicu dugaan adanya “kekebalan hukum” atau pembiaran oleh oknum tertentu.
Terpusat di wilayah Dusun Sungai Arang, Kabupaten Bungo, Jambi.
Berlangsung secara kontinu hingga saat ini, termasuk selama bulan Ramadhan 2026, tanpa ada tindakan represif yang berarti dari aparat.
Lambannya penindakan memicu keresahan publik dan ancaman nyata bagi kerusakan generasi muda. Diduga kuat pelaku merasa “di atas hukum” sehingga berani menantang otoritas keamanan dengan tetap membuka lapak transaksi.
Transaksi dilakukan di lokasi yang sudah terpetakan oleh masyarakat (Sarang Narkoba), namun hingga kini belum ada upaya penggerebekan atau penangkapan terhadap sosok sentral (Windo).
Pernyataan Tegas Redaksi
Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi (Edi Uban), mengecam keras lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Narkoba adalah mesin pembunuh generasi bangsa. Jika seorang bandar seperti Windo ini dibiarkan tetap ‘buka praktik’ di bulan Ramadhan dan di depan mata aparat, maka wajar jika masyarakat bertanya-tanya: Ada apa dengan penegakan hukum kita? Apakah hukum tumpul di hadapan bandar ini?” tegas Edi Uban.
Lebih lanjut, Edi Uban mendesak Kapolres Bungo yang baru untuk segera membuktikan komitmennya.
“Kami meminta Kapolres menjadikannya sebagai PR utama. Turunkan tim Satresnarkoba, sisir Dusun Sungai Arang, dan tangkap pelakunya. Jangan biarkan opini publik berkembang bahwa bandar lebih kuat dari negara,” tambahnya.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari Korps Bhayangkara untuk membersihkan wilayah Kabupaten Bungo dari sarang narkoba yang merusak tatanan sosial dan moral masyarakat.
Tim Investigasi Redaksi
