Seputartikus.com,— 1 Januari 2026 Perdebatan publik mengenai dugaan markup dalam proyek penataan Taman Pemuda Merangin semakin memanas. Pemicu utama perdebatan ini adalah unggahan akun Roo Ney di grup Facebook “Kabar Merangin” yang mempertanyakan biaya proyek sebesar Rp 100 juta. Menurut Roo Ney, anggaran tersebut dinilai terlalu fantastis untuk pekerjaan yang dianggap sederhana, yaitu hanya “bangun pas kembang tanam bunga.”
Unggahan Roo Ney yang dianggap provokatif tersebut rupanya menarik perhatian media daring. Pemberitaan berjudul “Sorotan Publik: Proyek Taman Pemuda Merangin Dinilai Tak Sesuai Anggaran” kemudian beredar luas, bahkan turut dibagikan di grup Facebook “Gerbang Info Merangin,” yang kian memperluas jangkauan diskusi. Menanggapi sorotan yang muncul, Roo Ney tak gentar. Ia justru kembali menegaskan tantangannya dengan kalimat yang mengundang decak kagum sekaligus rasa penasaran publik, “Mau bwk konsultan mana ayok kita hitung.” Tantangan ini secara implisit mengundang siapa saja, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas proyek, untuk bersama-sama menghitung ulang kelayakan anggaran yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Roo Ney tidak sendirian dalam menyuarakan keraguan. Warga lain turut bergabung dalam mempertanyakan proyek tersebut. Mereka menuntut adanya transparansi dalam analisis biaya, perbandingan harga dengan proyek serupa yang pernah dilaksanakan, serta evaluasi kualitas hasil pengerjaan taman. Rama Sanjaya dari LSM Sapurata menyoroti fenomena ini, “Munculnya pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat ini menunjukkan adanya desakan kuat untuk akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik, khususnya dalam proyek-proyek yang menyangkut fasilitas umum.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dan pertanggungjawaban dalam setiap proyek pemerintah, terlebih yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Gondo Irawan.
