Nasionaldetik.com, —- Merangin Jelang pelantikan Kepala TK, SD, dan SMP di Kabupaten Merangin yang dijadwalkan Sabtu, 6 Juni 2026, mencuat isu tak sedap soal dugaan praktik “makelar” jabatan. Beberapa kepala sekolah diisukan menjadi “perpanjangan tangan” oknum pejabat Dinas Pendidikan untuk menjadi penghubung bagi calon kepala sekolah yang akan dilantik.
Nama salah satu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat kecamatan di Kabupaten Merangin ikut terseret dalam isu tersebut. Saat dikonfirmasi via telepon, Jumat, 5 Juni 2026, pukul 20.29 WIB, kepala SMP yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua MKKS kecamatan itu membantah keras tudingan sebagai penghubung.
“Kalau dibilang saya jadi penghubung untuk orang yang mau jadi kepsek, itu tidak benar. Tidaklah,” ujarnya.
Ia mengaku hanya membantu Dinas Pendidikan dalam hal pemetaan status kepala sekolah. “Kalau membantu pemetaan mana kepsek yang PLT, mana yang definitif, saya rasa tidak salah. Tegasnya, saya ini Ketua MKKS,” katanya.
Saat ditanya sejauh mana ruang lingkup pemetaan yang dilakukan, ia menyebut hanya sebatas wilayah kerjanya. “Ruang lingkupnya di wilayah kecamatan saya saja, Pak,” ucapnya.
Ketua MKKS kecamatan itu lantas mengarahkan media untuk mengonfirmasi langsung ke oknum pejabat yang dimaksud. “Terkait itu lebih baik konfirmasi langsung dengan yang bersangkutan saja,” ujarnya. Ia mengaku sedang berada di luar kota. “Kebetulan saya di Jambi, masih di jalan,” tambahnya.
Terpisah, seorang PLT Kepala Sekolah dari kecamatan lain juga membantah terlibat dalam proses “mencari” calon kepala sekolah. Dikonfirmasi via telepon pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 21.07 WIB, ia mengaku hanya dimintai bantuan pemetaan oleh Dinas Pendidikan.
“Untuk di Diknas, saya sering diminta bantu untuk pemetaan guru PLT. Masih zamannya Kabid PTK yang lama, Pak. Tugas saya membantu pemetaan PLT kepsek saja,” jelasnya.
PLT Kepsek itu juga membenarkan dirinya termasuk yang akan dilantik pada Sabtu, 6 Juni 2026. “Saya juga PLT kepsek. Saya dapat undangan pelantikan besok,” tuturnya.
Sementara itu, oknum pejabat Dinas Pendidikan yang disebut dalam isu tersebut membantah saat dikonfirmasi via telepon pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 21.41 WIB. “Kalau itu tidak benar,” ujarnya singkat.
Terkait pelantikan kepsek yang dijadwalkan Sabtu, 6 Juni 2026, ia mengaku tidak mengetahui. “Soal pelantikan besok aku tidak tahu, aku demam, tadi be dak masuk,” katanya. Ia menambahkan, pelantikan merupakan ranah Badan Kepegawaian Daerah. “Pelantikan itu tugas BKD,” ujarnya.
Reporter: Gondo Irawan
