Seputartikus.com, – 31 Januari 2026 Praktik lancung penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Pemalang kini memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Bukan sekadar pencurian hak rakyat, aktivitas ilegal ini telah bertransformasi menjadi aksi premanisme yang berani menantang pilar demokrasi.
Gudang “Hantu” di Karang Moncol
Investigasi lapangan tim Seputartikus.com mengungkap bahwa sebuah gudang di Karang Moncol, Kecamatan Randudongkal, diduga kuat menjadi jantung operasi mafia solar yang dikomandoi oleh pria berinisial H (Heri).
Di tempat ini, ribuan liter solar subsidi yang seharusnya mengalir ke traktor petani dan kapal nelayan, justru ditampung untuk “dikencingkan” ke sektor industri demi profit pribadi yang menggiurkan.
Premanisme dan Barikade Informasi
Bukannya memberikan klarifikasi, operasional gudang ini justru dijaga oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang menggunakan intimidasi fisik untuk mengusir jurnalis. “Kalian bahaya di sini!” bukan sekadar ancaman, melainkan sinyal bahwa hukum sedang coba diinjak-injak di wilayah tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Bos H pun menemui jalan buntu; pemblokiran nomor WhatsApp menjadi bukti nyata adanya kepanikan sekaligus sikap anti-transparansi.
Ada Apa dengan Polres Pemalang?
Publik kini menaruh curiga.
Bagaimana mungkin aktivitas yang melibatkan pergerakan jerigen secara masif dari SPBU ke gudang penampungan bisa luput dari pantauan aparat?
Apakah intelijen kita buta?
Atau adakah “tangan-tangan kuat” yang menjaga gudang tersebut tetap beroperasi?
Kami mendesak Ditreskrimsus Polda Jateng tidak hanya memotong ekor, tapi menebas kepala mafia ini. Tangkap aktor intelektualnya, bukan hanya kurir kecil.
Pertamina harus mengaudit seluruh SPBU di Randudongkal yang melayani pembelian jerigen secara tidak wajar.
Tindakan intimidasi di lapangan harus diproses secara hukum berdasarkan UU Pers No. 40/1999 agar menjadi pelajaran bahwa jurnalis tidak bisa digertak oleh mafia.
“Hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Mafia Solar adalah musuh negara, dan siapa pun yang melindunginya adalah pengkhianat bagi rakyat kecil.”
@listyosigitprabowo, @poldajateng, @polrespemalang, dan @ganjar_pranowo (atau pejabat terkait)
Tim Investigasi Redaksi
