Seputartikus.com,— 27 Maret 2026 Praktik perampokan hak rakyat kecil melalui penyelewengan BBM subsidi di Jambi bukan lagi sekadar rumor, melainkan kejahatan terstruktur yang dibiarkan bernapas lega. Berikut adalah bedah investigasi tajam atas skandal tersebut:
Terbongkarnya jaringan sistematis penyelewengan BBM subsidi (Solar) melalui modus “kencing” di jalan. Ini bukan sekadar pencurian volume, melainkan perampokan uang negara yang dialihkan secara ilegal dari jatah rakyat (SPBU) menuju gudang penimbunan untuk menyuplai sektor industri dan tambang ilegal (Dompeng).
Skandal ini melibatkan konspirasi jahat antara:
Oknum Sopir PT Elnusa Petrofin: Pengkhianat amanah distribusi yang menjual muatannya demi keuntungan pribadi.
Aktor Intelektual (Dman/D): Sosok “Big Boss” yang mengelola gudang penampungan dan distribusi ilegal.
Pihak “Bekingan”: Oknum-oknum yang diduga memberikan perlindungan sehingga praktik ini seolah kebal hukum.
Transaksi gelap ini terdeteksi dengan presisi di Kawasan Sungai Rengas. Hasil “kencingan” tersebut kemudian disebar ke wilayah Kabupaten Batanghari dan sekitarnya. Lokasi ini seolah menjadi “zona bebas hukum” di mana tangki-tangki Elnusa bisa mampir tanpa rasa takut.
Aktivitas ini dilaporkan terjadi secara rutin dan berlangsung lama. Fakta bahwa praktik ini dilakukan secara terang-terangan dalam kurun waktu panjang menunjukkan adanya pembiaran sistemik dari pihak pengawas internal perusahaan maupun aparat penegak hukum setempat.
Uang dan Kuasa.
Selisih harga Solar subsidi dan industri yang sangat jauh menciptakan keuntungan haram yang menggiurkan.
Adanya dugaan intervensi atau perlindungan membuat aktor utama (Dman) merasa di atas hukum. Jika aparat tidak bergerak, publik berhak bertanya: Siapa yang mendapat bagian dari sisa ‘kencingan’ ini?
Truk tangki yang menuju Kabupaten Bungo berhenti di pangkalan rahasia di Sungai Rengas.
Segel dibuka (atau dimanipulasi), sebagian isi tangki dikuras ke jeriken atau tangki penampung milik Dman.
Sopir menerima uang tunai, dan truk melanjutkan perjalanan ke SPBU dengan volume yang sudah menyusut.
Analisis Tajam: Pengkhianatan di Jalur Lintas Jambi-Bungo
Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com,
Edi Uban, tidak main-main dalam pernyataannya. Ketika petani mengantre berjam-jam di SPBU hingga ekonomi rakyat lumpuh, di sudut tersembunyi Sungai Rengas, Solar tersebut justru “dijual paksa” ke industri.
“Kencingnya solar ini adalah perampokan hak rakyat. Jika Satgas Migas dan Polda Jambi tetap diam, jangan salahkan publik jika berasumsi bahwa hukum telah terbeli oleh mafia.”
Audit Total PT Elnusa Petrofin: Jangan hanya memecat sopir; periksa sistem monitoring GPS dan oknum di level manajerial yang mungkin tutup mata.
Tangkap Dman: Nama sudah dikantongi, lokasi sudah diketahui. Tidak ada alasan bagi aparat untuk menunda penggerebekan kecuali ada “sesuatu” di balik layar.
BPH Migas Bertaji: Jangan hanya duduk di belakang meja; turun ke lapangan dan evaluasi izin distribusi di jalur maut Jambi-Bungo.
Tim Investigasi Redaksi
