Seputartikus.com,– Investigasi mendalam yang dilakukan oleh tim Nasionaldetik.com selama satu bulan terakhir di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengungkap tabir gelap pengelolaan Dana Desa (DD). Temuan ini mencakup rentetan Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) yang diduga kuat fiktif namun tetap disodorkan ke Inspektorat.
Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, secara terbuka mempertanyakan integritas Camat Sumbermanjing Wetan yang dinilai bungkam seribu bahasa atas temuan ini.
Ir. Edi Supriadi (Pimred Nasionaldetik.com) dan Kabiro Malang mengungkap dugaan keterlibatan oknum desa dan sikap abai Camat Sumbermanjing Wetan.
Dugaan manipulasi data anggaran Dana Desa (DD) dan pembuatan SPJ fiktif yang tidak sesuai dengan realisasi fisik di lapangan.
Wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Temuan dikumpulkan selama satu bulan investigasi lapangan hingga Januari 2026.
Terjadi ketimpangan antara laporan administrasi yang terlihat “bersih” di Inspektorat dengan kenyataan di lapangan yang sarat kesalahan dan kekeliruan.
Camat selaku atasan langsung dan pembina desa diduga melakukan pembiaran meski data fisik menunjukkan kejanggalan fatal.
Ada Apa dengan Camat?
Dalam pernyataannya, Ir. Edi Supriadi tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap respons otoritas setempat. Ia menilai sikap pasif pihak Kecamatan adalah indikator buruk bagi penegakan transparansi anggaran negara.
“Kami sudah turun ke lapangan di Sumbermanjing Wetan. Data kami ‘keras’ dan tidak terbantahkan. Pertanyaannya: Ada apa dengan Camat? Mengapa selaku atasan yang seharusnya melakukan pembinaan dan pengawasan justru diam dan seolah tutup mata? Pembiaran ini adalah pintu masuk terjadinya korupsi,” tegas Ir. Edi Supriadi.
Ia menambahkan bahwa bukti berupa dokumentasi foto dan video yang telah dikumpulkan menunjukkan kontras yang mencolok antara angka-angka di atas kertas dengan batu-batu di lapangan.
Eskalasi ke Menteri Desa
Kecewa dengan respons lokal, pihak Nasionaldetik.com menegaskan akan melakukan eskalasi laporan ke tingkat nasional.
“Jika di tingkat lokal saja sudah tersumbat dan ada indikasi saling melindungi, kami tidak akan ragu. Kami akan langsung menghadap Menteri Desa dengan membawa bukti lengkap. Kami menantang siapapun untuk adu data secara transparan di depan hukum,” pungkasnya.
Tim Investigasi
Redaksi Nasionaldetik.com
Seputartikus.com
