Seputartikus.com,—17 Desember 2025 Seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin, Jambi, kini menjadi sorotan tajam publik. Tiga nama muncul dalam bursa persaingan, yakni Misrinadi, Dian Andriyadi, dan Ismalinda. Namun, di balik proses yang seharusnya transparan ini, beredar spekulasi kuat mengenai adanya dugaan pengaturan demi memuluskan jalan salah satu kandidat.
Publik mencurigai bahwa nama Dian Andriyadi dan Ismalinda hanya dilibatkan sebagai “pendamping” untuk menciptakan kesan kompetisi yang sehat, sementara hasil akhir telah ditentukan untuk Misrinadi. Kecurigaan ini semakin menguat tatkala Sekretaris Dinas Pendidikan, Juhendri SPD, yang notabene adalah pejabat internal dan dinilai memiliki kualifikasi sangat mumpuni, justru tidak terdaftar sebagai peserta seleksi. Saat dikonfirmasi, Juhendri hanya menjawab singkat, “Tidak ada arahan,” yang justru semakin memicu pertanyaan di benak masyarakat.
Munculnya nama Dian Andriyadi dan Ismalinda, sementara Juhendri yang memiliki rekam jejak berjenjang dari guru hingga Sekdin tidak mengambil kesempatan, mempertegas anggapan publik bahwa mereka hanya berperan sebagai pelengkap. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai transparansi dan akuntabilitas proses seleksi jabatan publik yang krusial di Kabupaten Merangin. Tokoh Sei Manau sendiri telah mengklarifikasi bahwa baik Misrinadi maupun Juhendri tidak memiliki hubungan darah dengan Bupati Merangin, meski keduanya berasal dari wilayah yang sama. Publik pun berharap agar proses seleksi ini benar-benar menjunjung tinggi prinsip meritokrasi dan tidak sekadar menjadi formalitas yang mencederai kepercayaan masyarakat.
Reporter: Gondo irawan
