Seputartikus.com,— 8 Desember 2025 Sebuah investigasi mengungkap dugaan ketidaksesuaian volume material dalam proyek pembangunan rabat beton di RT 15, Kelurahan Pasar Atas, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, yang menelan anggaran sebesar Rp 82.432.432. Investigasi ini, yang dilakukan oleh LSM Sapurata, menyoroti perbedaan signifikan antara informasi yang diberikan oleh pihak kelurahan, konsultan, dan pelaksana proyek, menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan penggunaan anggaran publik.
Penelusuran bermula dari informasi awal yang diberikan oleh pihak kelurahan dan konsultan dari organisasi masyarakat (ormas) LEMPAMARI. Berdasarkan data awal, volume material yang digunakan adalah 54 meter x 2,5 meter x 0,15 sentimeter, menghasilkan luas 20,25
Meter Kubik (m³) dengan estimasi biaya Rp 17.435.250.
“Analisa harga satuan Rp 861.000
per Meter Kubik (m³) ini diberikan
pihak kelurahan pada tgl 2 Desember
2025 di ruangan Ibu Lurah. Saat itu hadir Lurah, PPTK, dan operator kelurahan,” ungkap Rama Sanjaya, perwakilan LSM Sapurata. Pada malam harinya, konsultan dari ormas LEMPAMARI, Jonson, tidak membantah informasi awal tersebut. Jonson bahkan mengonfirmasi bahwa dari dana Rp 82.432.432 juga terdapat penggunaan tiga alat, yaitu molen, vibro, dan stemper dalam proyek tersebut. Namun, Jonson mengaku masih melakukan konfirmasi ulang terkait analisa harga satuan dengan pihak kelurahan.
Perbedaan mencolok muncul saat LSM Sapurata melakukan konfirmasi dengan Agus, pada tgl 6 Desember 2025, pelaksana proyek dari ormas LEMPAMARI. Agus mengungkapkan bahwa berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), ketebalan rabat beton di RT 15 adalah 10 sentimeter, dengan tambahan 20 sentimeter untuk bagian “kuku” beton. Perubahan ini, menurut Rama, menghasilkan perhitungan volume material yang lebih kecil, yaitu 13,5 Meter Kubik (m³)
dengan perkiraan biaya Rp 11.623.500.
“Dalam hal ini saya lebih percaya pada Agus, pelaksana dari ormas, daripada pihak kelurahan dan Jonson,” tegas Rama.
Perbedaan signifikan ini memunculkan pertanyaan kritis terkait penggunaan anggaran proyek. Jika perhitungan volume material yang benar adalah 13,5 Meter Kubik (m³), dengan analisa
harga satuan per Meter Kubik (m³)
Rp 861.000 (sesuai analisa), maka total biaya rabat beton di RT 15 adalah Rp 11.623.500. Hal ini menyisakan selisih anggaran sebesar Rp 70.808.932.
“Apakah mungkin uang sebanyak ini larinya ke sewa alat semua?” tanya Rama, mempertanyakan penggunaan sisa dana yang signifikan tersebut.
“Lebih baik, Ibu Mulyati turun langsung ke lapangan. Bawa serta konsultan dari ormas LEMPAMARI, dan lakukan perhitungan ulang berdasarkan analisa harga satuan yang dimiliki oleh lurah. Daripada sibuk mencari dukungan dan pembenaran dari para ketua RT. Percayalah, sudah ada beberapa ketua RT dan warga yang mengeluh kepada saya mengenai kinerja ormas LEMPAMARI selama ini.”
Reporter: Gondo Irawan
