SEPUTAR TIKUS.COM,— 5 Desember 2025 Lurah Pasar Atas Kecamatan Bangko, Mulyati, menyampaikan protes keras kepada media terkait pemberitaan yang dianggap terus-menerus menyoroti dirinya. Dalam pernyataannya pada tgl 4 Desember 2025 pukul 18.06 WIB, Mulyati menyatakan ketidaknyamanannya dan mengancam akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Merangin, Syukur.
“Kalau di berita kan terus aku jadi dak nyaman, aku laporkan ke Syukur,” tegas Mulyati saat dirinya menelpon media, menanggapi berita yang menyebutkan namanya.
Mulyati juga mengaku mendapat dukungan dari beberapa ketua RT. “Ada beberapa RT yang menelpon saya terkait pemberitaan ini. ‘Maju terus, buk, di pasar atas nyo tu lah yang ngacau’,” ungkap Mulyati. Namun, saat ditanya mengenai nama-nama ketua RT yang memberikan dukungan, Mulyati enggan menyebutkannya.
Dalam kesempatan yang sama, Mulyati menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di Jambi karena ada acara keluarga. Ia juga berjanji akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung persoalan yang sedang menjadi sorotan.
“Tunggu lah saya pulang. Kita cek ke lapangan,” ujarnya.
Pernyataan Mulyati ini muncul setelah warga RT 15, khususnya yang tinggal di belakang TK Pembina 1, mendatanginya ke kantor, meminta agar lurah, konsultan, dan ormas LEMPAMARI melakukan pengecekan dan penghitungan ulang volume serta anggaran proyek rabat beton di tempatnya.
Sebelumnya, pada 3 Desember 2025, Mujibur Rahman mengungkapkan keraguan atas kesesuaian pekerjaan dengan anggaran yang dialokasikan. Ia menyoroti perbedaan signifikan antara proyek yang direncanakan dengan kondisi saat ini.
“Perlu dihitung kembali apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan dana. Menurut Mujibur, jauh sekali perbedaannya dengan kita minta konsultan menghitung saat itu. Dana hampir sama dengan sekarang dengan panjang rabat beton 100 meter lebih bisa sampai ke sungai dengan lebar 3 meter ketebalan 15 cm. Sekarang dengan dana 95 juta panjang rabat beton lebih kurang 54 meter, lebar 2.5 meter, ketebalan 15 cm. Jauh sekali,” jelas Mujibur.
Menanggapi permintaan warga untuk menghadirkan konsultan dari ormas LEMPAMARI, Mulyati mengatakan bahwa hal tersebut akan sulit karena konsultan ormas LEMPAMARI, Jonson, tidak pernah bersedia diajak dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev).
Terkait dengan sikap Mulyati yang berencana melaporkan masalah ini ke Bupati, Rama Sanjaya dari LSM Sapurata mengingatkan Mulyati untuk tidak mudah mengambil tindakan tersebut.
“Jangan gampang nian nyebut nak melaporkan ke Syukur bupati, jangan cak itulah dikit dikit bupati, dikit dikit lapor bupati,” kata Rama. Ia juga menegaskan kesiapan LSM Sapurata untuk mendampingi warga RT 15 dan media nasionaldetik.com jika Mulyati benar-benar ingin melaporkan persoalan ini ke bupati.
“Sayo tunggu, kalau perlu kito buek heboh Merangin ini,” tegas Rama. LSM Sapurata juga menyatakan siap mengawal kasus rabat beton di RT 15 Kelurahan Pasar Atas.
Reporter: Gondo irawan
