Seputartikus.com,— Warga RT 15 Lorong Belakang TK Pembina 1, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, melakukan protes ke Kantor Lurah Pasar Atas terkait dugaan kualitas buruk dan ketidakjelasan anggaran proyek pembangunan rabat beton. Proyek ini dikerjakan oleh Ormas LEMPAMARI.
Warga RT 15 (diwakili oleh Mujibur) yang merasa dirugikan dan berkewajiban mengawasi dana negara.
Proyek Rabat Beton senilai Rp82 juta yang dikerjakan oleh Ormas LEMPAMARI.
Lurah Mulyati, yang menghilang mendadak dengan alasan perjalanan ke Jambi saat warga datang.
Sekretaris Lurah (Seklur) Ali, yang berjanji akan turun ke lokasi dan memfasilitasi rapat setelah lurah kembali.
Protes terjadi pada tanggal 4 Desember 2025.
Kantor Lurah Pasar Atas. RT 15 Lorong Belakang TK Pembina 1, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin.
Protes dipicu oleh dua isu utama yang menyangkut kerugian publik dan pengawasan dana negara:
Ditemukan keretakan pada rabat beton dan kelalaian teknis (tidak menggunakan terpal saat pengerjaan), yang mengindikasikan standar pengerjaan yang rendah.
Warga mempertanyakan ke mana larinya dana Rp82 juta karena:
Cakupan proyek (panjang dan lebar) jauh berbeda dari perhitungan awal konsultan dengan anggaran yang hampir sama.
Pembangunan rabat beton tidak mencapai pinggir sungai sebagaimana yang pernah diperkirakan dalam perencanaan awal.
Kehadiran Lurah Mulyati yang absen mendadak (ke Jambi) saat warga datang, memunculkan tanda tanya besar tentang tanggung jawab dan transparansi pejabat.
Warga menyampaikan keluhan kepada Seklur Ali, karena Lurah tidak ada di tempat.
Berjanji akan segera turun ke lapangan hari ini juga untuk mengecek.
Akan menerima tawaran warga untuk rapat (di kantor lurah atau rumah RT 15) setelah Lurah Mulyati pulang dan memberikan petunjuk. Hal ini menunjukkan keputusan strategis masih menunggu arahan dari lurah yang absen.
Reporter Gondo
