Seputartikus.com, —Rabu 03 Desember 2025 Institusi penegak hukum di Kabupaten Batu Bara kini menghadapi sorotan tajam setelah mencuatnya dugaan aliran dana sebesar Rp2 miliar dari bandar narkoba besar, MD alias Bento, kepada Kasat Narkoba Polres Batu Bara, AKP Ramses Panjaitan. Isu sensitif ini tidak hanya mencoreng citra kepolisian, tetapi juga menimbulkan keraguan besar terhadap independensi penanganan kasus narkotika di wilayah tersebut.
Dugaan praktik kotor ini mulai terkuak setelah penangkapan seorang pria bernama Irawan yang mengarah pada kendali operasi MD alias Bento, sosok yang disinyalir mengendalikan pengiriman narkoba secara sistematis dari Malaysia menuju Tanjung Tiram.
Pengamanan Kasus di Bulan Juli
Sumber internal menyebutkan bahwa dugaan setoran Rp2 miliar terjadi setelah MD alias Bento sempat diamankan oleh Satres Narkoba Polres Batu Bara pada Juli lalu.
Anehnya, perkara tersebut tidak berlanjut dan justru diduga “dikondisikan” setelah transfer dana fantastis itu. Hingga kini, tidak ada klarifikasi resmi dari Polres Batu Bara mengenai alasan penghentian perkara Bento, yang semakin memperkuat spekulasi adanya intervensi di balik layar.
Modus Operandi Pengalihan Perhatian
Setelah bebas, jaringan Bento diduga kembali beroperasi pada Agustus 2025, dengan masuknya ratusan kilogram sabu dan ratusan ribu pil ekstasi dari Malaysia melalui Labuhan Ruku.
Yang lebih mengkhawatirkan, sumber menyebut adanya modus pengalihan di mana satu mobil berisi narkotika sengaja diberikan untuk ditangkap.
Penangkapan yang dirilis Polres Batu Bara dengan barang bukti 28 kg Sabu dan 60.940 butir Ekstasi diduga merupakan bagian dari skenario ini, dengan kompensasi setara Rp30 juta per kilogram dari Bento.
Dugaan ini mengindikasikan adanya kerja sama sinergis antara bandar dan oknum aparat.
Respons Minim Memicu Desakan Transparansi
Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba AKP Ramses Panjaitan membantah tegas tuduhan tersebut melalui pesan WhatsApp, menyatakan, “Tidak benar dugaan berita itu pak.”
Namun, bantahan singkat tanpa klarifikasi mendalam dari Humas Polres Batu Bara yang hanya menyatakan akan meneruskan pertanyaan, justru memicu desakan publik.
Para pengamat mendesak agar Polres Batu Bara segera melakukan klarifikasi terbuka dan investigasi menyeluruh guna membuktikan integritas institusi dan mengembalikan kepercayaan publik yang kini tergerus akibat skandal dugaan setoran ini.
Tim Redaksi Prima
